Membangun Wirausaha Indonesia

Pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi dan kestabilan politik saja, tetapi sebagian besar terletak pada kemampuan dan kemauan sumberdaya manusia sebagai aset utama dan terbesar dalam mengembangkan potensi bangsa. Keadaan masa depan tidak mudah diramal, tetapi dapat dipastikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sumber penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kemajuan kehidupan masyarakat. Kemajuan pesat di bidang teknologi menyebabkan kekuatan daya saing suatu negara yang berbasis pada keunggulan komparatif dan kompetitif.

Saat ini mengandalkan kekayaan sumberdaya alam dan tenaga kerja yang berlimpah cenderung tidak lagi menjadi andalan. Bersamaan dengan itu, ketersediaan sumberdaya alam baik dalam jenis dan jumlah maupun mutunya juga semakin berkurang. Demikian pula sumber pendanaan bagi keperluan investasi akan semakin langka.  Dengan demikian sumberdaya manusia semakin menentukan dalam memenangkan persaingan dibanding dengan sumberdaya lainnya.

Tantangan Masa Depan

Tantangan masa mendatang adalah mengupayakan daya saing dan keunggulan kompetitif yang mengandalkan keterampilan dan kreativitas SDM, kemampuan teknologi, dan kemampuan manajemen dengan tetap memanfaatkan keunggulan komparatif yang telah dimiliki. Hal itu menunjukkan betapa besar tantangan yang harus dihadapi sekarang dan masa depan serta betapa penting peran pendidikan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang profesional, andal, serta berkemampuan tinggi yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam berproduksi agar industri di Indonesia berdaya saing tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut, pengembangan kewirausahaan (entrepreneurship) sangat penting bagi masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa. Jiwa wirausaha merupakan hal yang esensial untuk pembangunan nasional. Tidak cukup bagi satu negara hanya memiliki tanah, tenaga kerja, modal dan sumberdaya. Negara membutuhkan talent, kemampuan dan dukungan dari pengusaha untuk mengubah sumberdaya yang ada menjadi aset yang menguntungkan.

Hal tersebut mendorong munculnya beragam kesempatan berusaha dalam era perkembangan teknologi tinggi. Berkembangnya teknologi informasi dan program-program komputer yang canggih telah mendorong tumbuhnya kesempatan kerja lokal yang semakin beragam. Perkembangan baru dalam industri jasa seperti konsultan komputer, konsultan manajemen, periklanan dan kepariwisataan juga terus berkembang secara meluas sebagai sektor penunjang  industri.

Fungsi Wirausaha dalam Pembangunan

Semakin maju suatu negara dan semakin banyak orang yang terdidik, maka dunia wirausaha semakin dirasakan penting. Hal tersebut dirasakan karena pembangunan akan lebih mantap jika ditunjang oleh wirausahawan yang andal. Wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha tersebut.  Saat ini negeri kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan Indonesia masih sedikit dan mutunya belum sepenuhnya baik, sehingga persoalan pembangunan wirausaha Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan. Ada tiga manfaat besar yang dapat dirasakan bangsa kita dengan membangun wirausaha.

Pertama, menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran. Sebagai generator pembangunan,  menjadi contoh bagi anggota masyarakat lain, sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh dan diteladani karena seorang wirausaha adalah orang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain.

Kedua, menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu memperjuangkan lingkungan. Memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial, sesuai dengan kemampuannya. Mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, tekun dalam menghadapi pekerjaan. Memberi contoh tentang cara bekerja keras, tanpa melupakan perintah agama, dekat dengan Allah SWT.

Ketiga, membangun wirausaha sama halnya dengan mengajarkan hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros. Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan. Sungguh sangat luar biasa manfaat yang diperoleh dengan membangun wirausaha, yang selalu tertantang untuk berpikir kreatif dan inovatif menuju sebuah kemajuan  yang berkelanjutan.

Berdasar pada manfaat di atas, dapat disimpulkan bahwa wirausaha mampu menyumbangkan darmabakti terhadap pembangunan bangsa: yakni, sebagai pengusaha, memberikan darmabaktinya dalam melancarkan proses produksi, distribusi, dan konsumsi.  Wirausaha mengatasi kesulitan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat. Di samping itu darmabakti wirausaha sebagai pejuang bangsa dalam bidang ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan pada bangsa lain.  Sekalipun banyak darmabakti yang dapat disumbangkan oleh wirausaha terhadap pembangunan bangsa, tidak banyak orang yang berminat menekuni profesi sebagai wirausaha. Hal ini disebabkan karena latar belakang dan pandangan negatif dari masyarakat terhadap profesi wirausaha. Banyak faktor psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat terhadap profesi sebagai wirausaha, sehingga mereka kurang berminat menjadi seorang wirausaha. Misalnya sifat agresif, ekspansif, suka bersaing, egois, tidak jujur, kikir, sumber penghasilan tidak tetap dan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan wirausaha dianggap profesi rendah dan sebagainya.

Landasan filosofis inilah yang menyebabkan rakyat Indonesia tidak termotivasi terjun ke dunia usaha. Negeri kita tertinggal  jauh dari negara tetangga yang konsen dan memiliki spesialisasi dalam profesi bisnis. Mereka mengembangkan bisnis besar-besaran mulai dari industri hulu sampai hilir. Hampir semua sektor dan lini bisnis mereka garap, meliputi usaha jasa, perbankan, perdagangan besar, perdagangan eceran besar, eceran kecil, eksportir, importir dan berbagai bentuk usaha lainnya dalam berbagai jenis komoditas.

Kebijakan Pemerintah

Agar kewirausahaan dapat berkembang maka pemerintah diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Kebijakan yang dimaksud di antaranya adalah sebagai beriktu: Pertama, memanfaatkan kerja sama dengan perguruan tinggi (PT) dan dunia industri. Kini PT berupaya untuk menjadi motor pembangunan, agent of change dalam upaya meningkatkan harkat kemanusiaannya. Bahwa tanggungjawab PT adalah membentuk kemampuan untuk memecahkan masalah manusiawi dan menolong manusia untuk membentuk kehidupan dunia yang lebih baik. Atas dasar hal itulah hendaknya pemerintah memberikan perhatian yang besar dan mendukung lahirnya wirausaha baru dari kampus.

Berbagai kebijakan yang terkait dengan penumbuhan wirausaha baru dan penciptaan wirausaha baru harus didukung secara penuh, terutama yang menyangkut dengan sarana dan prasarana bagi mahasiswa dalam mempelajari materi kewirausahaan dan sekaligus praktik berwirausaha. Sebagai pusat pengembangan sains, teknologi, dan kebudayaan, PT memiliki kedudukan yang prestisius dalam kehidupan masyarakat. Seberapa jauh PT dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kondisi dan materi yang dimilikinya. Realitas bahwa PT perlu berinteraksi dengan lingkungannya.

Kedua, menerapkan konsep OVOP (one Village one Product) atau satu desa satu produk unggulan daerah yang telah dicanangkan pemerintah harus ditindaklanjuti dengan action plan yang jelas.  Pemerintah harus bertanggungjawab terhadap semua produk keputusan yang telah diluncurkan kepada masyarakat. Secara umum program-program yang dicanangkan pemerintah sebenarnya bagus, namun dalam implementasinya sering mengalami permasalahan, karena hampir semua kegiatan pemerintah yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat tidak mempertimbangkan prinsip PDCA (Plan, Do, Check , dan Action).  Sehingga sulit mengukur output dan outcome dari program yang ditawarkan pemerintah untuk melakukan manajemen perubahan.  Ketiga, mengefektifkan program Inpres No. 4/1995, tentang gerakan nasional memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan perlu digalakkan kembali yang melibatkan berbagai unsur lintas institusi dan lintas departemen dengan dukungan penuh dari pemerintah. Kepedulian dan komitmen pemerintah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat harus ditingkatkan, sehingga masyarakat merasa terlindungi dan mendapat dukungan untuk mengembangkan jiwa wirausaha.

Keempat, pemanfaatan dana corporate social responsibility (CSR) dengan benar dan transparan. Jika selama ini program CSR jalan sendiri-sendiri dari masing-masing perusahaan (BUMN dan BUMS).  Ke depan dana tersebut bisa disatukan di bawah koordinasi pemerintah daerah untuk digunakan sebagai dana stimulus bagi pengembangan spirit wirausaha masyarakat. Program kegiatannya bisa dalam bentuk kemitraan dan bina lingkungan yang didukung dengan data yang valid. Masyarakat akan merasakan manfaatnya manakala bantuan yang diberikan mampu meningkatkan kualitas kehidupan kerja.

Kelima, mengembangkan konsep inkubator bisnis. Program ini tidak dikelola secara baik dan profesional, sehingga terkesan sebagai produk gagal. Padahal program inkubator bisnis sebenarnya sangat bagus dalam upaya melahirkan wirausaha baru yang andal dan profesional.

Konsep ini dibangun dengan melibatkan stake holder, yakni pemerintah, dunia usaha, asosiasi profesi, perguruan tinggi dan relawan peduli wirausaha untuk secara bersama-sama memberikan dukungan dan perhatian pada UMKM yang menjadi binaan inkubator bisnis.

Keenam, penumbuhan iklim usaha dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang meliputi: aspek pendanaan, aspek sarana dan prasarana, aspek informasi usaha, aspek kemitraan, aspek perizinan usaha, aspek kesempatan berusaha, aspek promosi dagang, aspek dukungan kelembagaan dan pengembangan dalam bidang desain dan teknologi.
Banyak hal yang telah dilakukan pemerintah dalam menumbuhkembangkan wirausaha.

Program pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah, d iantaranya adalah memfasilitasi berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di berbagai aspek kehidupan ekonomi agar  usaha mikro, kecil dan menengah memperoleh pemihakan, kepastian, kesempatan, perlindungan dan dukungan berbagai usaha yang seluas-luasnya melalui upaya pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat yang bersinergi untuk penumbuhan iklim dan pengembangan usaha sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri, dan produktif agar dapat meningkatkan peranannya sebagai pelaku-pelaku ekonomi mikro produktif dengan tujuan tercapainya kesejahteraan individu, meningkatkan  nilai tambah bagi masyarakat, serta menggali dan menumbuhkan potensi produk lokal untuk dikembangkan menjadi produk yang berdaya saing global. Semoga sukses!***

Sumber: http://www.riaupos.co/4872-opini-membangun-wirausaha-indonesia.html#.W-5N8h9oTIU

0 Response to "Membangun Wirausaha Indonesia"

Posting Komentar