Jangan Asal Berjualan

Jangan Asal Berjualan
Banyak orang yang berjualan tetapi tidak memperhatikan pengklasifikasian target marketnya. Ibarat punya pistol tetapi pelurunya ditembak ke semua penjuru. Ada yang kena sih tetapi hanya sedikit dan tidak tepat sasaran. Akhirnya sudah kehabisan peluru dan keluar biaya lagi untuk membeli peluru serta waktu yang terbuang secara percuma.

Dulu ketika saya kuliah, saya belajar berjualan di sebuah MLM. Saat itu saja menawarkan ke semua orang yang saya kenal. Tidak peduli usia, jenis kelamin, profesi, Pendidikan dan sebagainya. Harga produk yang saya tawarkan kurang lebih sekitar 500 – 700 ribu sepaketnya. Memang dasarnya tidak paham target market, saya berjualan ke teman-teman kuliah saya. Alhasil teman-teman bisa tahu sendiri kan hasilnya bagaimana? Gagal total! Hahaha.

Kenapa bisa gagal total?

Pertama, Namanya anak kuliah teman-teman tahu sendirilah belum punya penghasilan. Apalagi mereka yang ngekost. Duh tiap bulan harus keluarin biaya kost, biaya sehari-hari, apalagi disuruh keluarkan uang sebesar 500-700ribu. Pasti mereka bakal mikir berkali-kali, mending duitnya buat makan deh hehehe.

Kedua, produk yang saya jual adalah produk herbal. Lalu saya jual ke teman-teman saya yang masih terlihat fit dan bugar. Jelas aja mereka tidak mau, mereka tidak butuh karena menurut mereka masih sehat.

Ketiga, menurut saya ini yang paling fatal. Saya berjualan tetapi tidak pernah menggunakan secara rutin produk tersebut. Dulu saya bilang ke teman saya “ Bro, ini obat bisa ditetesin ke mata misal lo mata lo minus, terus kalau lo lagi flu bisa ditetes ke hidung. Insha Allah nanti ada perubahan bro” terus teman saya bilang ke saya “ lo ngomong gitu udah pernah pakai belum? Terus manfaat yang lo dapet apa abis tetes di mata dan di hidung?” lalu saya diam dan hanya bisa ngeles hahaha.

Jadi masalah di atas sebenarnya adalah masalah umum yang sering ditemui di lapangan. Biasanya sales yang tidak paham, akan menyalahkan produk bahkan mentornya ( nah ini mentornya juga mungkin gak paham target market hahaha). Ujung-ujungnya muntaber. Mundur tanpa berita.

Aktifitas jualan memang perlu strategi yang harus tepat dan memang perlu ilmu. Jangan asal-asalan jualan. Nanti hasilnya bisa seperti di atas.

Lalu, bagaimana kalau di dunia profesional B2B ( business to business)?

Nah kalau di dunia profesional B2B tantangannya menurut saya jauh lebih sulit dan biasanya target marketnya memang spesifik industry.

Namun kelebihannya di dunia profesional B2B, biasanya memang sudah ada tim marketing yang sudah menganalisa kebutuhan market dari setiap produk yang dijual. Sehingga tim sales tinggal berjualan saja. Sebenarnya tugas menganalisa target market ini adalah tugasnya marketing analyst. Dari hasil analisanya, dia berikan ke tim sales untuk didiskusikan apakah memang sesuai dengan yang ada di lapangan. Lalu, bagaimana bila suatu perusahaan belum ada tim marketingnya? Biasanya beban pekerjaanya akan diberikan kepada tim sales untuk bisa menganalisa dari market industrynya. Jadi sepengalaman saya, seorang marketing belum tentu bisa melakukan penjualan seperti seorang sales. Namun, seorang sales biasanya bisa melakukan analisa seperti seorang marketing. Ya secara sales itu tahu persis bagaimana kondisi di lapangan yang sebenarnya.

Oia, lalu apa sih bedanya marketing dan sales? Jadi gini, tugas seorang marketing itu dia menganalisa kebutuhan market dan menciptakan demand atau permintaan dari market. Setelah mendapatkan permintaan, maka permintaan tersebut dieksekusi oleh seorang sales sampai terjadi penjualan.

Terus bagaimana mengklasifikasikan target market di dunia profesional B2B? Ada 2 cara :

1. Analisa seberapa besar perusahaan tersebut

Jadi begini, misalkan anda ingin masuk ke sebuah BUMN. Maka anda perlu cek dahulu BUMN ini sebesar apa kapasitasnya. Cara mengeceknya adalah tinggal ketika saja di Google misal “ 10 peringkat BUMN terbaik di Indonesia tahun 2018”. Nanti akan keluar informasi-informasi yang anda inginkan. Tentu anda harus bisa memprioritaskan 10 Peringkat BUMN yang terbaik ini sebagai target market anda.

2. Analisa seberapa banyak revenue yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut

Revenue ini sangat penting karena anda bisa menentukan apakah perusahaan ini bonafit atau tidak. Untuk bisa mengambil informasinya, kita bisa melihat lagi-lagi lewat Google. Misal dari 10 Peringkat BUMN yang terbaik di Indonesia, anda bisa cek seberapa besar revenue yang dihasilkan oleh BUMN peringkat ke satu sampai ke sepuluh. Karena nanti berhubungan dengan harga produk yang anda tawarkan. Misal, harga produk anda paling murah adalah 100juta. Artinya tidak mungkin target market anda ada perusahaan yang memiliki revenue 1 Miliar per tahun, paling tidak 100 Miliar per tahun.

Semakin anda detail dan tepat dalam menentukan target market anda, maka peluang penjualan anda akan semakin mudah untuk didapatkan. Yuk mulai sekarang kita berhenti sejenak untuk menganalisa target market kita dahulu sebelum melanjutkan berjualan lagi.

Feel free to LIKE, COMMENT, and SHARE artikel ini

#CatatanSeorangSales
#SalesAntiBaperBaperClub

Aditya Akila Pramoudya
- Sales Practitioner
- Sales B2B Specialist
Follow IG : Adityaakila
Facebook: Aditya Akila

0 Response to "Jangan Asal Berjualan"

Posting Komentar